Beasiswa tambal sulam

Berikut suka duka, lebih tepatnya duka yang dialami oleh para penerima beasiswa nanggung.

Sebut saja saya penerima beasiswa “baru” dari sebuah kedutaan besar salah satu negara di Eropa. (Kalau baca postingan saya lebih bawah, pasti tau.) jadi beasiswa ini hanya mengcover tuition fee, itupun partial, yang seharusnya 12.500€ jadi 10.000€. Yang mana udah banyak lho. Kalau aja bentuknya uang cash! Haha. Omongan orang kecewa ya gini. Udahlah lanjut.

Dalam skema beasiswa ini, ada bentuk kerja sama dengan beasiswa lain, yang ini untuk mengcover living allowances. Beasiswa yang ini datangnya dari salah satu kementrian di Indonesia. Ya taulah yang mana, yang ngurusin sekolah gitu.

Sebenarnya kedua beasiswa ini merupakan paduan yang menarik. Tapi menurut saya, keduanya mungkin akan meringankan bagi masyarakat dengan kelas sosial middle up. Dan itu bukan saya. Untuk menutup kekurangan 2500€ saya masih bisa mencicilnya selama 8 bulan dengan besaran sekita 315€ per bulan. Masih bisa, terbayar sih, kalau saya dapat beasiswa yang living allowances dengan sedikit hemat sana hemat sini tapinya.

Tapi masalah yang saya hadapi adalah, hingga saat ini, 20 Juli 2013. Saya belum mendapat letter of Guarantee dari kementrian tersebut yang nantinya bisa menjadi bekal saya untuk apply visa. Ini yang jadi simalakama buat saya, mau maju nggak bisa, mau mundur kok kepalang tanggung.

Ya sudah nanti kita lihat habis ini jadinya gimana nasibb saya.

20 Juli 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s