DALF? Makanan macam apa itu?

“And to attain the goal, anything goes.”

Fyuh, dua hari kemarin adalah hari yang cukup melelah bisa dibilang. Saya mengikuti 2 level tes Bahasa Prancis sebagai Bahasa Asing. Dan kenapa melelahkan, kedua level ini bisa dibilang puncaknya, yaitu level C1 dan C2. Wuhh. Buat teman-teman yang belajar bahasa-bahasa Eropa, mungkin megenal istilah2 level ini. Dan ya, sebenarnya level C itu untuk seseorang yang ingin menjadi seorang pengajar pada bahasa tersebut. (Mungkin saya nanti jadi salah satunya) hehe

Ceritanya, tahun 2010 yang lalu, tepatnya ketika saya sedang duduk di semester 6 akhir, saya (agak terpaksa) mengikuti level B1 sekaligus B2. Hal ini dikarenakan untuk melengkapi persyaratan beasiswa saya ke Prancis. (Tentang beasiswa ke Prancis akan saya ulas di tulisan lain). Akhirnya, dengan bekal yang cukup seadanya, karenan baru semester 6 sedangkan kemampuan yang diharapkan untuk pemegang diploma B2 adalah yang jam belajarnya sudah tinggi, akhirnya saya itungannya “nekad” ikutan. Dan setelah menunggu 3 minggu untuk hasilnya, alhamdulillah saya lulus, dengan nilai hmmm lumayan lah. Nggak mepet-mepet banget.

Di tahun berikutnya yaitu tahun 2011 hingga 2012, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti program double degree kerja sama antara Universitas Indonesia dan Université d’Angers untuk belajar tentang manajemen pariwisata selama 1 tahun. Nah, pengalaman ini yang membuat saya cukup percaya diri untuk mengikuti tes C1 dan C2. Ya namanya udah pernah ketemu lidah Prancis langsung, ikutin kuliah di sana, ya masal nggak bisa sih, hibur saya dalam hati.

Akhirnya, saya mendaftarkan untuk ikut ujian 2 level itu di bulan Juni ini. Bayarnya sekitar 480 per level, tapi ditambah dengan uang pendaftaran, totalnya jadi sekitar Rp 1.180.000 . Lumayan. Lumayan kalau nggak lulus.. Hehe

Pada proses persiapan sebelum ujian, berulang kali saya susah fokus. Saya merasa bahwa ini bukan level saya, dan saya terlalu berani mengambil risiko untuk ini. Ditambah ketika saya sudah mulai membuka buku-buku latihan. Duh, hampir setiap ketemu satu kalimat, ada saja kata-kata baru yang level tinggi yang saya nggak ngerti. Sabar sabar.

Sebenarnya, kalau mau jujur, saya nggak terlalu matang persiapannya. Karena kemarin fokus saya terpecah untuk beberapa urusan lain yang deadlinenya berjamaah di minggu yang sama. Alhasil, setelah capek dengan satu urusan, agak sulit bagi saya untuk segera fokus di hal lain. Yah gitulah.

Nah, di hari H ujian. Saya panik. Tapi berusaha tetap tenang. Bisa nggak bisa, dijalanin aja. Nggak akan mati juga karena tes ini. Kuncinya cuma satu, être Français. (Jadilah orang Prancis)!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s