Tak semudah menjentikkan jari, memang.

“Semua, atau kebanyakan, orang tidak suka penolakan.”

Kemarin, tanggal 21 Mei, akhirnya saya mendapat kabar yang cukup membuat seharian saya jadi abu-abu. Mungkin tidak banyak saya sebutkan di sini bahwa saya sedang mendaftar ke berbagai institusi untuk mendapatkan beasiswa, juga untuk mendapatkan universitas. Dan ya, setelah hampir satu bulan yang lalu saya dikecewakan karena telat 1 hari kirim dokumen melewati deadline yang ditentukan, kemarin saya mendapat email yang jujur menyatakan saya ditolak tidak diterima tidak lolos gugur apalah saja istilahnya. Beasiswa ini sebenarnya bukan big deal karena hanya mencakup pemotongan tuition fee universitas. Cuman, di negara itu bayaran kuliahnya cukup buat beli satu mobil Xenia langsung bayar! Lumayan, beda dengan negara tetangganya yang kadang malah gratis. Jadi, pemotongan biaya kuliah itu sudah sangat besar dampaknya bagi kelangsungan kemungkinan saya untuk bisa kuliah di situ. Brief, intinya saya langsung galau dan, ya sudah wajarlah menjadi linglung.

Saya tentunya masih memperjuangkan, masih semangat donk, untuk terus mendaftar kuliah di universitas di negara tersebut. Kita lihat nanti, yang penting diterima dulu, beasiswa kita pikir nanti, pasti ada jalan kan!

Ayo semangat buat kalian yang juga sedang mengejar mimpi menginjakkan kaki ke negeri lain!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s