Why men marry bitches

“Why men marry bitches?”

Pernah baca buku ini? Buat kalian para perempuan yang masih jomblo, lagi dideketin seseorang, atau bahkan buat yang sudah punya pacar atau suami, buku ini sangat layak untuk dibaca. Kenapa? Sherry Argov, penulis buku ini benar-benar mendobrak aturan-aturan nice girl agar dilirik dan diidam-idamkan kaum lelaki, ia memperkenalkan cara yang lebih jitu untuk menjadi perempuan yang dikejar-kejar oleh lelaki dengan bersikap seperti bitches. Pasti setelah membaca kalimat barusan, ada di antara kalian yang mengernyitkan dahi. Hehe. Jangan salah dulu, bitches di sini, tidak seperti yang mungkin kalian bayangkan. Tapi karakter ini melambangkan perempuan yang tangguh, yang (agak) jual mahal, yang menjunjung tinggi harga diri, tidak menye-menye, dan selalu hanya ingin dikejar.

Nah, mungkin memang terdengar agak aneh. Tapi, justru tipikal perempuan yang seperti “itu” yang ternyata jauh menyita perhatian laki-laki. Contohnya begini, dalam buku ini dijelaskan bahwa hakikat laki-laki memang ingin selalu melindungi dan menyayangi orang yang spesial untuk mereka. Memanjakan pacar atau pasangan juga sebuah kebahagian bagi mereka. Sampai di sini, Sherry menekankan, tidak semua jenis “manja” perempuan yang bisa diterima oleh laki-laki dengan ikhlas dan bahagia. Mereka, akan sangat merasa “menang” dan “berharga” serta “gentle” juga “ksatria”, jika, nah ini jikanya, jika si perempuan itu bukanlah tipikal perempuan yang memang manja dari sononya, yang emang dikit-dikit harus dianter, ditemani, ditraktir, dll. Mereka seperti penasaran terhadap para perempuan yang independen, yang tidak minta tolong, yang selalu melakukan pekerjaannya sendiri semaksimal mungkin, intinya yang tangguh. Dannn, ketika si perempuan tangguh incaran ini mau manja kepada seorang laki-laki, saya jamin, si laki-laki itu seperti habis menang lotere senangnya.

Kenapa bisa seperti itu, masih dari buku di atas, laki-laki sangat suka menang, dalam hal apapun. Dalam kasus ini, ketika si cewek independen itu akhirnya lowered her guard dia merasa telah memenangkan sebuah pertempuran yang cukup penting dalam hidupnya. Jujur saja, sehebat apapun, sepekerja keras apapun, dan secuek apapun seorang laki-laki, titik lemah mereka adalah perempuan.

Happy Monday!

Advertisements

2 thoughts on “Why men marry bitches

  1. Hahaha..emang bnr ni buku..qw yg biasa kerja didunia laki laki sll mendengar gossip para lelaki ttg wanita..persis seperti yg dituliskan sherry argov

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s