Mulai menulis lagi

Tiba-tiba (hampir saya menulis kata “tetiba”, entah ini hanya persepsi saya atau bagaimana, tetapi kata “tetiba” seperti asing dan tidak indonesiawi saja) pagi ini saya ingin menulis (lagi). Bangun di pagi hari Sabtu yang mendung harusnya bukan jadi saat yang lazim bagi seseorang mendapat wangsit. Coba bandingkan dengan bangun di pagi hari membuka jendela terhampar iring-iringan terasiring sawah di Ubud dengan udara sejuk dan matahari indah merona di ujung Timur. Mungkin itu sebuah situasi yang cukup mainstream untuk “menjadi semangat” “memulai hal baru” “meneruskan yang terhenti”.

Baiklah, niat saya untuk menulis kemudian mengantarkan saya untuk men-search di Google dengan kata kunci “MULAI MENULIS”. Bukan dalam huruf besar semua juga sih tentunya. Agak lebay dikit. Saya pun mampir di beberap blog yang memberi cukup motivasi untuk akhirnya saya ingin merawat blog ini dengan lebih baik.

Let’s start it over
Sering kali, sebenarnya, sangat banyak hal di sekitar kita yang dapat kita tulis. Apa saja. literally apa saja!. Hanya kadang, fokus kita kurang. Fokus di sini maksudnya adalah, kita sering terbuai dulu dengan pikiran-pikiran jauh yang ada di luar pengetahuan kita sendiri. Sehingga, well imajinasi memang sangat perlu, tapi untuk mulai menulis, cobalah menulis apa yang kita benar-benar kuasai.

Be brave, be yourself
Takut tulisannya jelek tak berbobot kampungan kaku dan sebagainya sebagainya? Itu juga masalah bagi kita blogger pemula. Hal ini sering kali disebabkan oleh kecenderungan kita saat menulis dibarengi dengan mengedit. Kita jadi sibuk untuk memperindah diksi atau pemilihan kata dalam setiap kalimat, yang berjam-jam menghabiskan waktu untuk memolesnya. Sehingga, kita sering terhenti dan mandek di tulisan yang masih mentah tersebut. Seharusnya, kita bedakan dua pekerjaan itu (menulis dan mengedit), keluarkan dulu semua ide-ide, pemikiran-pemikiran yang kita punya sampai habis, tuangkan dalam tulisan secara utuh. Baru setelah itu, kita sisihkan waktu untuk mengeditnya.

Just do it
Terlalu banyak teori kadang akhirnya membuat kita malas sendiri untuk mempraktekkannya. Jadi ya, contohnya saya pagi ini, sehabis mendapat wangsit untuk menulis, cari masalah yang saya hadapi apa, kemudian tulis!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s