Dressage

Sewaktu istirahat makan siang tadi, saya sempatkan menonton pertandingan-pertandingan pilihan Olimpiade di TV, dan ya, saya terjebak dalam tontonan cabang olah raga berkuda…
#3menitkemudian…

Zh€&/(@4fg!!(;€|~\*}]~\$..

Excuse me?

Kalau cabang olah raga angkat besi kan jelas, bisa ngangkat dapat medali, kalau nggak bisa, ya udah pulang kampung. Begitu pula dengan badminton yang perhitungan secara obyektifnya ada, shuttlecock. Bahkan olah raga yang paling nggak make sense cuman terlanjur terlampau populer, sebut saja namanya ‘sepak bola’, pun, bisa dijelaskan dengan obyektif dan baik dan benar aturan serta mudah dimengerti. Nah, berkuda?

Tentu saja berkuda yang saya maksud di sini bukan pacuan kuda, tapi berkuda yg dressage.. Tonggak penilaiannya adalah seberapa indah goyangan kaki si kuda, posisi tubuh si cavaliernya, emosi antara keduanya, kepatuhan si kuda. Brief, Lalu?

Yang lebih bikin saya nggak habis pikir, itu jadi “olah raga” terpopuler di negara-negara ini… Penontonnya se stadium penuh.. it’s just like.. Nyuci baju bahkan lebih bermakna..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s