to release it (1)

Lanjutan dari seri ‘messed-up days’..

Sejujurnya saya nggak tau kenapa, tapi saya nggak sesedih yang orang pikir padahal.

Ketika kemarin saya kehilangan flashdisk di saat tugas banyak-banyaknya dan semua bahan ada di sana. Setengah mati kehilangan konsentrasi, berasa lebih parah dari sekedar habis putus cinta. Well,

Dan ketika kemarin saya kehilangan handphone dan iPod, sedih, iya memang, cuma, nggak sesedih yang saya pikirkan bakal separah apa. Nangis sih, iya memang, tapi ya udah. Kenapa saya bisa bilang ‘ya udah’, karena biasanya, kalau saya lagi stress ampun-ampunan kaya’ gitu, saya nggak akan bisa (nggak akan MAU) mikir. Sedangkan kemarin, saya masih  ikut kuliah seperti biasa, ya meskipun bukan konsentrasi 100 persen, cuma saya mau kuliah. wow, ini masalah saya dengan diri saya sendiri sebenernya. Habis itu ada ujian bahasa Portugis, grammar, dan ya, seberat apapun, saya tetep harus belajar. Dulu, saya nggak akan mau belajar, atau dipaksa pun, nggak akan bisa belajar, useless. Tapi ini, meskipun mungkin cuma 20 persen yang masuk ke otak, tapi itu sebuah peningkatan drastis bagi diri saya sendiri.

A real lesson to learn, Bel…

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s