welcoming spring

Mungkin aku terlalu mati rasa. Egois dan tidak pernah peduli dengan perasaan orang-orang yang menyayangiku. Mungkin aku yang terlalu mengejar, apa saja dikejar, lalu sudah, lalu mengejar yang lain. Seakan hidup diciptakan tanpa jeda sebagai perhentian, seakan semua orang dipacu terus lari. TERUS LARI. Tapi lari kenapa? Lari untuk apa? Atau lari dari apa?

Sebuah tulisan yang barusan aku baca telah berhasil membuatku membanjir air mata. Beberapa hari ini memang banyak hal terjadi yang sebenarnya bisa kujadikan alasan untuk menangis sejadi-jadinya, seada-adanya. Tapi satu sisi diriku terlalu menjunjung harga diri sehingga tak mau untuk sekedar diam dan menangis.
Pagi ini di sini. Di hari pertama musim semi. Aku menandainya dengan tetes air mata pelegaan.

Terima kasih atas tulisannya Rina.
It’s touching.. I really mean it..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s