Twitter, c’est-à-dire

okay, jadi presentasi kemarin itu judulnya adalah “pemonyetan berjamaah”..

Can you imagine di jaman Twitter udah mulai alay dan ngalay, tapi bahwasanya orang Prancis “INI” dan orang Jerman “INI”, nggak ngerti Twitter, nggak punya Twitter, bahkan nggak kenal Twitter..

Jadi ketika saya udah semangat-semangatnya ngejelasin dalam 1 hari bisa dapet 68 followers, mereka nge-iyain aja. (slow motion) ngeee-iiiii-yaaaaa-iiiii-nnnnn-aaaa-jaaaaa…………… Kemudian diikuti, c’est-à-dire? (terj: maksudnya?)

saya: (dalam hati) &:$?!#]¥£>?!#\%& dari tadi eyke ngejelasin ente ngarti kagak sih mbak embak? (kepada teman-teman sekelompok saya)

Dari situ saya menyimpulkan bahwa, nih, mengertilah Bel, 200 orang yang di amphi théâtre kemarin, kemungkinan besar 70% dari mereka, nggak punya Twitter. Menjelaskan kepada mereka betapa effisien dan massifnya efek Twitter terhadap pendekatan direct marketing sama aja dengan menyakinkan 200 monyet bahwa nasi goreng itu jauh lebih enak ketimbang pisang.

Bravo!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s