Go travel, he said.

Dare to take TransSiberian express? Dare to move your body dancing with negroid? Getting lost in nowhere but typical Russian village? Getting robbed in Romania? Go travel!

It was 4 years ago that I read this novel. Passionately? it was. Especially when everything I was wondering now becomes ‘possibly’ to do. šŸ™‚

——————————————

Mungkin agak bertentangan dengan beberapa pembaca Tetralogi Laskar Pelangi. Tapi saya suka ini. Yang ini yang paling saya suka, bukan yang tiga lain. Memang alur novel ini melaju begitu kencang, saya hanya butuh waktu dua hari full untuk membacanya. Kecepatan membaca bisa diartikan dalam beberapa hal, bisa memang sangat menarik sehingga saya mengorbankan semua waktu untuk membacanya tanpa sela, bisa juga karena isi cerita yang terlalu ringan dan mudah untuk diajak damai, hiburan saja.

Untuk saya, novel ini passionate. Kenapa? Saya merasa sudah keliling Eropa tanpa menginjakkan kaki di sana. Terkesan seperti cacatan perjalanan saja, hmmm, bisa jadi, lalu apa salahnya? Memangnya sebuah novel harus selalu berisi masalah-masalah berliuk-liuk seakan mengajak pembacanya selalu bertanya “kapan habisnya sih ini?”.

Saya menikmati setiap kepingan perjalanan yang dilakukan Andrea Hirata di novelnya ini. Masih dengan ide yang selalu lugu, euforia umum bagi para mahasiswa beasiswa yang mimpi buruknya adalah “tidak bisa jalan-jalan keliling Eropa”. Jadi mari jalan-jalan se-capek termungkinkan, se-capek jatah uang beasiswa juga sepertinya.

Rasa penasaran yang selalu ada pada dirinya (terbukti dengan nekat ingin keliling Eropa, hingga ke Rusia — yang nota bene bukan tujuan jalan-jalan normal bagi para beasiswa-ers–) membuat saya yang membaca ikut bertualang dengan dia. Imajinasi diantarkan dengan baik, saya seperti pernah naik truk di pedalaman kampung Rusia, tersesat di Rumania, dan sampai di Zaire. Wow.

Jadi intinya? Ya sudah nikmati saja sebuah novel sebagaimana dia harus dinikmati, tidak perlu setiap hal dikritik, kadang kita butuh sesuatu yang sekedar ada, terbaca ringan, menyenangkan. Membaca manual seumur hidup? Membaca journal setiap hari? Selamat deh, saya sih nggak mau.

Angers, 31 Desember 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s